Postingan

REGRET

Entah sejak kapan, keadaan sudah seperti ini. Mungkin kami menjalani tanpa berpikir panjang. Entah sejak kapan, kami menjadi tak berdaya. Ingin berhenti namun tak pandai menolak. Hingga detik ini, Sudut pandangku mengatakan bahwa,  Aku menyesalinya. Dan aku percaya hati kecilnya pun merasakan.

TWENTYTHREE

Hai haaii.. Hehehe Hanya ingin menyampaikan. Jujur saja, aku tidak pernah mengharap kisah asmara seperti dongeng-dongeng kebanyakkan. Aku tidak mengejar waktu untuk deadline asmaraku. Tetapi aku juga tidak lenggang santai untuk itu. Bukannya tidak ingin, hanya mencoba untuk tidak membawa rasa terlalu tinggi dan tidak membuat otak terlalu pendek. Setiap manusia pasti memiliki keinginan, hanya saja aku berusaha untuk menyeimbangkan. Bukannya takut jatuh lalu sakit, hanya mencoba realistis saja. ... Tenang saja, aku tidak akan menyuruhmu untuk cepat cepat Silahkan nikmati prosesmu dulu, begitupun aku. Aku hanya sedang menikmati setiap peristiwa yang terjadi, sambil menunggu waktu terbaikku. Aku hanya sedang belajar untuk menjadi versi terbaikku Doa, keyakinan, dan pengorbanan. Semoga... Aamiin.

AIR LANGIT MALAM

Aku senang sekali Karena kamu turun malam ini Dengan mendengar suara rintikmu Ataupun hanya merasakan udaramu Cukup menemaniku dari sedikit cemas Dan memberitahuku sedikit hangat Terlebih karena aku tahu bahwa esok pagi akan cerah setelah kamu turun malam ini

Note To Me

Karena hidup pasti mengalami perubahan. Entah perubahan menjadi lebih baik ataupun menjadi lebih buruk. Tergantung tiap pribadinya. Pasti ada yang ditinggalkan, pasti ada jejak, dan yang pasti punya cerita. Cukup tetap berjalan dan nikmati prosesnya. Seperti hujan yang gaakan turun tanpa henti, pasti ada matahari yang datang membawakan ruang bahagiamu , dan ada pelangi yang kan memperindah hidup ❤

Memang Sudah Sandingannya

Saat itu ada seseorang yang berdalih bahwa ''Suatu saat nanti setiap manusia pasti akan berada pada titik jenuh dalam hidupnya'' dan pada saat itu pula aku belum mengerti apa arti sebenarnya dari ucapan tersebut , mungkin karena memang tempo hari adalah dimana aku sedang menikmati hidupku, menikmati apa yang sedang kumiliki, menikmati lingkungan semesta yang sedang memanjakan dan membahagiakanku hingga aku tak sempat berfikir bahwa kebahagiaan memang sudah dipasangkan dengan kesedihan. Jika hari ini aku bertemu dengan bahagia, pasti esok hari aku akan bertemu dengan kesedihan.